Feeds:
Posts
Comments

Langkah 6 – Menghitung Konsistensi

Salah satu keunggulan AHP adalah adanya metode untuk menguji diri sendiri apakah pilihan yang dimasukkan telah konsisten dan dapat dipertanggung jawabkan.

Pada tahap ini, seluruh skala yang dimasukkan pada langkah sebelumnya akan dicek ulang konsistensinya.

Continue Reading »

Langkah 5 – Menghitung Prioritas Keputusan

Pada tahap ini prioritas pembelian laptop akan ditentukan berdasarkan hasil dari langkah 3 dan 4 diatas. Langkah 3 memberikan nilai dari setiap alternatif untuk setiap faktor, sedangkan langkah 4 memberikan bobotnya.

Continue Reading »

Langkah 4 – Menghitung Bobot Prioritas Setiap Faktor

Perhitungan pada langkah ini persis seperti langkah 2 dan langkah 3 diatas, hanya saja yang dihitung sekarang adalah faktor vs faktor bukan alternatif vs alternatif seperti langkah sebelumnya. Umumnya jika tidak ada grouping, hanya satu tabel aja yang akan dibuat (tidak seperti tahap sebelumnya yang membuat 5 tabel)

Seperti yang telah ditentukan sebelumnya, jumlah faktor yang menjadi contoh pada tutorial ini ada 5 yaitu :

  • Computing Power (processor)
  • Gaming Power (VGA)
  • Storage Size
  • Price
  • Battery Life

Continue Reading »

Langkah 3 – Menghitung Faktor Prioritas

Setelah melaksanakan pairwise comparison untuk setiap faktor, berikutnya adalah melakukan perhitungan prioritas untuk setiap faktor tersebut.

Pada tahap ini perhitungan harus cukup detail dan disarankan menggunakan program spreadsheet untuk meningkatkan ketelitian hitungan (seperti Microsoft Office Excel atau Libreoffice Calc).

Metode perhitungan akan dijelaskan dibawah ini:

Continue Reading »

Langkah 2 – Membuat Pairwise Comparison

Pada tahap ini, setiap alternatif akan dibuatkan perbandingannya dengan alternatif lainnya untuk setiap faktor.

Tahap ini akan menggunakan skala 1-9 berdasarkan Saaty:

  1. Equally preferred
  2. Equally to moderately preferred
  3. Moderately preferred
  4. Moderately to strongly preferred
  5. Strongly preferred
  6. Strongly to very strongly preferred
  7. Very strongly preferred
  8. Very to extremely strongly preferred
  9. Exremely preferred

Untuk memperjelas skala diatas: jika alternatif A sama kuat dengan B maka nilainya 1, jika alternatif A jauh lebih superior dari B maka nilainya 9.

Continue Reading »

Prosedur Perhitungan AHP

Perhitungan AHP cukup rumit karena seluruh alternatif / faktor harus dibandingkan satu dengan lainnya. Secara umum ada 6 langkah-langkah dasar yang harus diambil sampai didapatkan hasil scoring yang valid.

Sebelum memulai, tutorial ini akan mengambil contoh pembelian laptop. Diasumsikan dibutuhkan pembelian laptop untuk menunjang pekerjaan (programming) dan gaming ringan. Untuk mempermudah penjelasan dan perhitungan, dari 12 kriteria laptop diatas, hanya 5 kriteria yang akan dihitung disini.

1. Computing Power (processor)

2. Gaming Power (VGA)

3. Network Speed (LAN, GLAN, WIFI A/B/G/N)

4. Storage Size

5. Price

6. Vendor Reputation & Support

7. Ergonomic & Look ‘n Feel

8. Portability

9. Battery Life

10. I/O Interfaces (USB 2.0/3.0, HDMI, ESATA, D-SUB, Firewire)

11. Sound system

12. LCD Size, Sharpness, and Brightness

Sedangkan untuk alternatifnya, diasumsikan terdapat 3 alternatif laptop dengan spesifikasi sebagai berikut :

Spesifikasi

Alternatif A

Alternatif B

Alternatif C

Prosessor

Core i5

Core i3

AMD E350

VGA

GT540

GT540

6310

Memory

4GB

2GB

2GB

Storage

640GB

500GB

320GB

Price

7jt

5,4jt

3.3jt

Battery Life

3 hours

4 hours

8 hours

Tabel 4 : Spesifikasi Laptop

Sebagai catatan, spefisikasi laptop disini tidak lengkap, berupa karangan, dan disederhanakan. Spefisikasi ini ditujukan untuk mempermudah perhitungan dan penjelasan metode AHP bukan panduan teknis spesifikasi laptop.

Sebagai tambahan, diasumsikan tidak ada grouping dari faktor-faktor (contohnya layout keyboard, laptop shape, I/O position, build material sebenarnya dapat dimasukkan dalam sebuah group “ergonomic”). Jika terdapat grouping, untuk setiap group harus dihitung tersendiri sebelum dihitung ke parent-nya.

Continue Reading »

Abstrak

Setiap orang pasti pernah membuat keputusan, terkadang beberapa keputusan didapat setelah melakukan banyak pertimbangan dari faktor-faktor tertentu. Misalkan keputusan untuk membeli laptop membutuhkan pertimbangan spesifikasinya (prosessor, memory, hdd, etc).

Beberapa teori keputusan dikembangkan untuk menjawab pengambilan keputusan dengan banyak faktor, salah satunya adalah Analytic Hierarchy Process (AHP). AHP memberikan suatu metode pengambilan keputusan matematis, metodologis, dan lebih objektif.

Tutorial ini menjelaskan langkah-langkah pengambilan keputusan dengan AHP. Adapun contoh kasusnya adalah investasi pembelian laptop.

Pengenalan Multi Factor Scoring Methods

Pembuatan keputusan dapat merupakan aktivitas yang rumit jika banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Contohnya keputusan investasi membeli laptop, faktor yang harus dipertimbangkan antara lain :

1. Computing Power (processor)

2. Gaming Power (VGA)

3. Network Speed (LAN, GLAN, WIFI A/B/G/N)

4. Storage Size

5. Price

6. Vendor Reputation & Support

7. Ergonomic & Look ‘n Feel

8. Portability

9. Battery Life

10. I/O Interfaces (USB 2.0/3.0, HDMI, ESATA, D-SUB, Firewire)

11. Sound system

12. LCD Size, Sharpness, and Brightness

Pembelian laptop ternyata mempunyai dua belas (12) kriteria dalam contoh ini sehingga metode untuk membuat keputusan pembelian laptop dapat dikategorikan sebagai Multi Factor Scoring Methods (MFSM).

Umumnya ada dua jenis MFSM : tak berbobot (unweighted) dan berbobot (weighted)

MFSM tak berbobot memberikan penilaian dimana setiap faktor sama pentingnya. Pola penilaian ini tidak seluruhnya dapat diaplikasikan pada dunia nyata karena ada kemungkinan satu faktor lebih dominan dari faktor lainnya.

Faktor

Alternatif A

Alternatif B

Alternatif C

Faktor 1

10

4

3

Faktor 2

5

8

2

Faktor 3

1

2

10

Total

16

14

15

Tabel 1 : Contoh MFSM tak berbobot

MFSM berbobot memberikan pembobotan pada setiap faktor. Umumnya total dari seluruh pembobotan faktor adalah 100%. Tabel 2 memberikan contoh pembobotan yang dilakukan untuk setiap faktor, sedangkan tabel 3 memberikan hasil perhitungan score x bobot.

Faktor

Weight

Alternatif A

Alternatif B

Alternatif C

Faktor 1

0.2

10

4

3

Faktor 2

0.5

5

8

2

Faktor 3

0.3

1

2

10

Total

1

16

14

15

Tabel 2 : Contoh pemberian bobot


Faktor

Weight

Alternatif A

Alternatif B

Alternatif C

Faktor 1

0.2

10*0.2 = 2

4*0.2 = 0,8

3*0.2 = 0.6

Faktor 2

0.5

5*0.5 = 2.5

8*0.5 = 4

2*0.5 = 1

Faktor 3

0.3

1*0.3 = 0.3

2*0.3 = 0.6

10*0.3 = 3

Total Weighted

1

4.8

5.4

4.6

Tabel 3 : Perhitungan alternatif

Dari hasil pembobotan, alternatif B yang semula mendapatkan score terendah menjadi pilihan utama. Tetapi pembobotan ini memiliki masalah yaitu dilakukan secara sangat subjective.

Pengenalan Analytics Hierarchy Process (AHP)

Bobot pada tabel 2 dan 3 diatas memiliki satu kelemahan, penentuan bobot dilakukan oleh manager secara subjektif. Pemberian bobot dapat salah karena sangat bergantung pada keahlian manajer dan dapat terjadi kebingungan penentuan bobot jika dua faktor kurang jelas tingkat pentingnya.

Analytics Hierarchy Process (AHP) yang diperkenalkan oleh Thomas Saaty adalah salah satu bentuk dari MFSM tetapi lebih mengupayakan agar hasil dari pembobotan lebih objektif. AHP menggunakan perhitungan matematika dan perbandingan satu demi satu untuk menghitung rating.

Keuntungan dari AHP adalah :

1. Memaksa agar seluruh faktor dan alternatif dibandingkan satu dengan lainnya

2. Bobot didapat dengan melakukan perhitungan hasil perbandingan faktor sehingga meningkatkan objektivitas

3. Terdapat kemampuan untuk mengkoreksi hasil pembobotan dengan menghitung tingkat konsistensi pembobotan

Untuk AHP bekerja dengan baik, disyaratkan bahwa setiap alternatif benar-benar terpisah (tidak ada kemungkinan kita mengkombinasikan dua alternatif).

A Leader as A Coach

I think I have to share a advice from a leader which I met.

It’s night already when I met this person. But he taught me a very important leadership subject. A leader as a coach.

Him: “Cun, did you know how to lead people?”

Me: “…(what?)”

Him: “I’ll tell you my story about a leader at church”

Him : “Well…. Cun, I think you already saw someone leading others at a company right? Do you think how they lead? You must already heard a story of leader tried to get his command executed by threatening his subordinates”

Him : “Let me give you example what about these words?”

Him : “‘If you aren’t doing my command then I will downing your score at appraisal or fire/demote you’ “

Him : “You must have heard some stories of those words right?”

Him : “Now think if you are assigned as a leader of a task at church”

Him : “How you manage people?”

Him : “By money? No some peoples are richer than you”

Him : “By power? No some peoples have more influence than you”

Him : “By strength? No some peoples could fight better than you”

Him : “So how you could lead them when you couldn’t threaten them?”

Him : “There is something that makes them want to be lead by you. It’s certainly neither power nor money, you may not threat them”

Him : “Cun, did you get my words? Now remember how I lead my subordinate. Did I ever threatening my subordinates?”

Him : “I lead my subordinates here just as the same way I LEAD THOSE PEOPLE AT CHURCH”

Him : “and I avoid using either power or money”

And then that night I realized his style of leadership indeed a good leadership style. Demonstrate to me how to built trust. His subordinates work with a WILLING OBEDIENCE rather than FORCED OBEDIENCE therefore have a good teamwork culture. His subordinates realized that their leader acts like a “father” for them, willing to put himself in front when danger comes and when subordinates make a mistake, he treat a mistake as a learning rather than punishment.

A. Apa itu komputasi awan (Cloud Computing)

 

Untuk memberikan ilustrasi mengenai komputasi awan, sebaiknya dimulai dengan penjelasan dari struktur komputer tradisional.

Sistem komputer tradisional umumnya terbagi menjadi 3 lapisan :

  1. Fisik / Infrastuktur (motherboard, CPU, memory, dll)
  2. Sistem Operasi / Platform (Linux, Unix, Windows, dll)
  3. Software / Aplikasi (Open Office, Microsoft Word, Adobe Reader, Firefox dll)

Perbedaan lapisan kedua dan ketiga adalah lapisan kedua menyediakan sebuah metode atau cara sehingga lapisan ketiga dapat berkomunikasi dengan efektif dengan lapisan pertama. Setiap hardware mempunyai metode akses yang berbeda, tanpa adanya OS, developer software akan terpaksa membuat versi dari programnya sebanyak jumlah hardware dimana softwarenya akan berjalan. Misal rutin dari prosessor intel akan berbeda dengan AMD sehingga tanpa OS, developer terpaksa membuat dua aplikasi (satu berjalan di intel dan lainnya AMD).

 

 

Pada cloud computing, lapisannya menjadi sebagai berikut :

  1. Fisik / Infrastuktur : Sama seperti tradisional, tetapi disediakan oleh pihak ketiga. (Beberapa sumber akan mengatakan sistem operasi termasuk pada lapisan fisik)
  2. Sistem Operasi / Platform : pada komputasi awan lapisan ini menyediakan lingkungan untuk membuat dan deploy software dengan mudah melalui browser (membutuhkan lebih sedikit kemampuan programming). Aplikasi diakses melalui internet
  3. Software / Aplikasi : vendor menyediakan aplikasi bersifat web based yang siap pakai

 

 

Continue Reading »

Dalam bagian kedua ini saya akan menjelaskan bagaimana menggunakan rumus IF dalam kasus-kasus “real world”. Artikel ini ada 4 bagian :

A. Membuat Drop Down List Item
B. Mencari Nilai Maximum
C. RUMUS EXCEL IF untuk Conditional Formatting
D. RUMUS EXCEL IF UNTUK FILTER TABEL

 

 

A. Membuat Drop Down List Item

Terdapat kasus kita memerlukan drop down list pada beberapa cell dari excel. Isi salah satu drop down list sangat bergantung pada isi drop down list lainnya. Lihat gambar bawah:

image

Jika kita memilih item Bola pada gambar diatas, maka drop down list pada cell B2 akan langsung menampilkan pilihan List Item Bola (lihat gambar bawah) :

image

Jadi Drop Down List pada kolonm B2 bergantung nilainya dengan kolom A2.

Untuk membuat list diatas caranya sangat mudah.

1. Pertama-tama buatlah kerangka seperti dibawah ini :

image

 

2. Klik cell A2 dan pilih Data –> Data Validation –> Data Validation…

image

3. Pilih tab setting, pilih allow : “List” dan ketik pada source : “Bola, Buku”

Jika regional setting adalah Indonesia maka harus diketik “Bola;Buku” (titik koma)

image

 

Cell A2 pun berubah menjadi drop down list

image

 

4. Define LIST untuk bola dan buku

Block cell D2 sampai D4, klik tab formula –> Define Name

image

Dari window yang muncul, beri nama “ListBola” dan klik OK (lakukan hal yang sama dengan buku, block cell F2:F4 dan nama listnya adalah  “ListBuku”)

image

 

5. Klik cell B2 dan pilih Data –> Data Validation –> Data Validation…

image

 

6. Pilih Allow : List dan masukkan rumus seperti dibawah ini pada Source

=if(A2="Bola",ListBola, ListBuku)

image

 

7. SELESAI! ^^

image

 

B. Mencari Nilai Maximum

Pernah dapat kasus seperti dibawah? Dimana kita diminta untuk mencari maximum dari jenis item “A”?

image

Caranya sebenarnya gampang, tinggal gunakan rumus array dibawah ini :

=MAX(IF(A2:A7="A",B2:B7,))

pada saat rumus selesai diketik, tekan CTRL – SHIFT – ENTER agar menginstruksikan excel untuk melakukan array formula. Jika benar, hasilnya adalah seperti dibawah ini :

image

Logika dari rumus adalah pertama-tama excel akan mengecek apakah nilai cell A2 sampai A7 adalah A, jika A maka masukkan variabel ke function MAX(). Hasil dari pengecekan adalah MAX(1,3,5). Karena 5 adalah yang terbesar maka akan ditampilkan.

 

C. RUMUS EXCEL IF untuk Conditional Formatting

Dengan tabel dibawah, bagaimana jika kita ingin agar item dengan jumlah > 4 diwarnai cellnya dengan warna hijau seperti dibawah?

image

Caranya gampang

1. Block cell B2 : B7 dan pilih Home –> Conditional formatting –> new rule

image

 

2. Sebuah windows akan muncul

Klik Use a formula to determine which cells to format, masukkan formulanya sebagai berikut:

=IF(B2>4,TRUE,FALSE)

(yang memiliki regional setting Indonesia harus menggunakan titik koma”;” bukan koma “,” sebagai pemisah variable)

Kemudian klik tombol format dan pilih warna hijau pada tab fill.

Klik OK

image

Setelah itu cell yang bernilai >4 akan berwarna hijau. Jika kalian ada pertanyaan kenapa harus cell B2 bukan yang lain? Saya memilih cell teratas karena EXCEL akan menyadari dan mengadjust nilainya untuk cell dibawahnya secara otomatis.

 

D. RUMUS EXCEL IF UNTUK FILTER TABEL

Sekarang terdapat kasus dimana kita ingin melakukan filter tabel excel dibawah sehingga record yang ditampilkan hanya Item A dengan jumlah > 2

image

Pertama-tama klik cell disebelah kanan (dalam contoh ini E1) dan ketik “DUMMY”. Nama sebenarnya terserah tetapi excel hanya dapat berjalan jika ada nama fieldnya. Kemudian klik cell E2 dan ketik rumus :

=IF(AND(A2="A",B2>2),TRUE, FALSE)

Kemudian block kolom A dan B dan pilih tab Data –> Advanced

image

 

Dari jendela yang muncul, masukkan range E1:E2 untuk Criteria Range dan klik OK.

image

 

Dan filter tabel excel pun selesai ^^

image

 

Happy IF IF IF IF ^^

 

 

Yonscun

Older Posts »